Monday, October 8, 2012

KRITIK SENI


Deskripsi           :
Background berwarna biru
Ada gambar sepatu biru besar di atas kendaraan
Seorang wanita berjalan di keramaian kendaraan
Seorang wanita raksasa berhidung gajah berkacamata hitam duduk di atas bangunan
Banyak sepeda motor
Banyak mobil
Jalan raya yang ramai
Ada banyak bangunan di pinggir jalan





Analisis              :
  • Adanya sepatu biru besar di atas bangunan tidak menunjukkn keseimbangan karena terlalu besar.
  • Adanya seorang wanita raksasa berhidung gajah berkacamata hitam tidak menunjukkan keselarasan.
  • Adanya wanita berjalan di tengah keramaian tidak memiliki keseimbangan dan kesatuan.


Interpretasi      :

  • Tema = Lalu lintas
  • Penggarapan = Menggambar benda bebas & teknik menggambarnya seperti menggunakan teknik arsir, dussel dan sapuan basah.
  • Substansi masalah = Tidak ada keseimbangan, keselarasan dan kesatuan satu sama lain.          
  • Kerberhasilan pengungkapan = Menunjukkan kesan kehidupan manusia yang tidak ada hentinya melakukan aktivitas.

Evaluasi          :
Derajat karya seni                           : Sedang
Mutu penyampaikan isi                   : Bagus
Lukisan ini memberikan penyampaian pesan yaitu menggambarkan aktivitas kehidupan manusia di masa kini, yang tiada hentinya.


By : Lusia Kartika Ratri


HOW TO STUDY ENGLISH WELL?


Here are my tips :
1. Bring your pocket dictionary wherever you and open it to add your new vocabularies. Learn the grammar as well.
2. Read any article written in English like newspaper, magazines to improve your reading ability.
3. Listen to music and try to understand the lyric by translating it.
4. Chat with your friends through internet also very effective.
5. Don't be shy to speak in English in your daily activities.
  
-GOOD TRY- :)

PERCOBAAN BIOLOGI_DENYUT NADI



       I.            Judul                          : Denyut Nadi
     II.            Tujuan                       : Untu membandingkan denyut nadi saat beristirahat dan saat  berlari
  III.            Tanggal kegiatan        : 26 September 2011
  IV.            Alat dan bahan          : Stopwatch / arloji
    V.            Cara kerja                 :
1.     Menghitung denyut nadi waktu istirahat dengan cara menempatkan 3 jari (jari manis, tengah, telunjuk) pada pergelangan tangan dan tekan sedikit sampai terasa adanya denyutan.
2.     Menghitung denyut nadi dalam 1 menit.
3.     Berlai-larilah selama 5 menit dan menghitung denyut nadi.
4.     Mengisi hasil percobaan beberapa anggota ke dalam tabel.

  VI.            Hasil percobaan      :
NO.
NAMA SISWA
JUMLAH DENYUT
ISTIRAHAT
BERLARI-LARI
1.
Lusia
94
114
2.
Kansa
96
153
3.
Dayu
87
116
4.
Andres
101
124
5.
Anja
83
110
RATA-RATA
92.2
123.4

VII.            Pertanyaan
1.     Samakah denyut nadi seluruh kawan-kawanmu?
2.     Berapakah rata-rata denyut nadidalam kelompokmu?
3.     Berapakah denyut nadi setiap menit pada umumnya?
4.     a. Bandingkan denyut nadi sebelum dan sesudah berlari-lari!
b. Apa yang terjadi setelah berlari-lari?
5.     Apa kesimpulanmu tentang frekuensi denyut nadi setiap menit?

VIII.            Jawaban
1.     Tidak sama satu sama lain.
2.     Rata-rata :
a.     Istirahat = 92.2
b.     Setelah berlari-lari = 123.4
3.     60-100 denyut per menit.
4.     a. Denyut nadi sesudah berlari-lari lebih cepat dari sebelum berlari-lari.
b. Denyut nadi berdenyut semakin cepat.
5.     Denyut nadi setiap orang dalam 1 menit berbeda-beda. Jumlah denyut nadi setelah berlari-lari lebih banyak dari yang beristirahat. Denyutan nadi setelah berlari-lari lebih cepat.



Sunday, October 7, 2012

DEFINITION OF MYTH AND LEGEND

MYTH AND LEGEND belong to narrative. Most people think that it is difficult to differentiate them.
Below, I would like to explain the meaning of each :

1. Myth = A traditional story accepted as history. This is also defined as an ancient traditional story about gods, magic, and heroes occuring in timeless past.

2. Legend = Stories about real people who are famous for doing something brave or extraordinary.



Saturday, October 6, 2012

PENDIDIKAN BERBASIS PANCASILA


Dalam menemukan generasi muda dengan SDM yang tinggi memang perlu dibutuhkan sistem pendidikan berbasis ideologi Pancasila. Dimana sistem pendidikan ini memberikan pengajaran dan penilaian yang unggul pada peserta didik. Dalam memberikan penilaian pada siswa didik harus mencakup seluruh aspek, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dengan kata lain, standar kelulusan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif anak didik semata, namun juga ditentukan oleh sikap dan prilakunya. Hasil yang lebih penting dalam Pendidikan Pancasila adalah terinternalisasikannya nilai-nilai Pancasila sebagai faktor integrasi dalam pembentukan pribadi anak didik. Jadi, apabila seluruh nilai kognitif, afektif, maupun psikomotorik serta nilai sikap dan perilakunya dilatih pada peserta didik secara fisik dan mental maka perserta didik akan menghasilkan hasil pembelajaran yang memuaskan yaitu membuat pelajar berfikir kritis, logis, dan multikultiralis, serta mencangkup seluruh aspek kehidupan, sesuai dengan ideology pancasila yang menghasilkan SDM yang unggul.
Jadi ke depannya generasi muda yaitu para pelajar melalui pendidikan berbasis Pancasila ini, mampu menjadi warga negara Indonesia yang baik, cerdas, terampil, dan berkarakter sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, yang dapat bersaing di kancah internasional.
Dan sebaiknya kita memberi sosialisasi pada anak sejak dini tentang nilai-nilai Pancasila yang dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari baik di rumah, sekolah maupun di masyarakat sehingga nilai-nilai Pancasila dapat diserap dengan mudah ke dalam diri setiap generasi agar mampu dalam mencegah dan mengurangi konflik kekerasan dalam berbagai hal yang kerab terjadi di Indonesia. Dilakukan pencegahan karena mulai lunturnya budaya musyawarah, rendahnya sikap saling menghargai dan menghormati, sikap sopan santun pada orang lain, serta toleransi dalam berbagai bidang kehidupan. SELAMATKAN GENERASI BANGSA!

Don't copy!

NEW YORK



My hand made!! NEW YORK! :) #original